FC Barcelona

Sabtu, 24 November 2012

penyebab jatuhnya adam air flight 574


Pada tanggal 1 Januari 2007, pesawat boeing 737 milik maskapai penerbangan Adam Air ini jatuh di Selat Majene, Sulawesi. Pesawat ini sedang menjalani rute Surabaya - Manado, tetapi kehilangan arah di tengah perjalanan kemudian hilang dari pantauan radar Air Traffic Controller Makassar.
Setelah 1 bulan, akhirnya pencarian korban dihentikan dan penyebab jatuhnya pesawat menjadi simpang siur. Ada yang mengatakan pesawat jatuh karena kerusakan alat, ada yang bilang karena kesalahan pilot, bahkan ada juga yang bilang pesawat diculik makhluk gaib sebagai korban sesembahan. Namun pada bulan Mei 2008, penyebab jelas kecelakaan sudah ditemukan. Ternyata penyebab utamanya adalah kerusakan komponen pesawat disertai kurangnya pengetahuan pilot.
Pada tanggal 27 dan 28 Agustus 2007, kedua black box (Kok “kedua black box“? Ya, black box setiap pesawat memang ada 2: 1 Flight Data Recorder dan 1 Cockpit Voice Recorder) berhasil diangkat dari dasar laut. Dengan adanya black box ini, penyebab jatuhnya pesawat bisa ditemukan. Black box diteliti oleh biro keselamatan transportasi Indonesia (KNKT) dan Amerika Serikat (NTSB). Amerika ikut campur dalam kasus ini karena pesawat yang jatuh adalah pesawat buatan Amerika.
Investigasi menunjukkan bahwa komponen pesawat yang bernama IRS (Inertial Refference Systems) mengalami kerusakan. IRS berfungsi sebagai sistem navigasi pesawat, yang menghitung posisi koordinat pesawat ketika terbang. IRS bekerja bersama dengan sistem auto-pilot, sehingga pesawat dapat terbang menuju koordinat yang ditentukan tanpa kendali pilot. Namun, IRS rusak sehingga pesawat keluar dari jalur aslinya dan kehilangan arah.
Pilot baru mengetahui bahwa pesawatnya keluar dari jalur ketika diberitahu oleh petugasAir Traffic Controller Makassar. Karena itu, pilot mematikan auto-pilot dan mengendalikan pesawat secara manual. Namun, ia tidak mengetahui bahwa selama pergantian sistem auto-pilot ke manual, sistem elektronik pesawat akan mati selama 30 detik. Ketika sistem elektronik pesawat mati, semua indikator di cockpit pesawat mati. Hal ini mengejutkan pilot dan co-pilot sehingga mereka mencari tahu mengapa sistem mati.
Selama pilot dan co-pilot mencari tahu penyebab kerusakan sistem elektronik dan IRS, pesawat sudah tidak lagi dalam kondisi auto-pilot. Maka pesawat harus dikendalikan secara manual. Namun, pilot maupun co-pilot tidak memegang kendali pesawat, keduanya sibuk membuka buku manual pesawat dan mencari solusi kerusakan sistem. Hal inilah yang menyebabkan kecelakaan tidak dapat dihindari. Ketika pilot dan co-pilot sibuk sendiri, pesawat ternyata secara perlahan berguling ke kanan (miring ke kanan). Karena tidak ada krew yang memegang kendali, pesawat terus berguling ke kanan hingga pada kemiringan yang tidak aman. Akhirnya, pilot terlambat mengembalikan pesawat ke posisi semula sehingga pesawat menukik jatuh ke laut.
Walaupun penyebab jatuhnya pesawat sudah diketahui, pihak penyelidik masih ingin mengetahui mengapa komponen pesawat rusak dan mengapa pilot kurang memiliki pengetahuan terhadap pesawatnya.
Setelah diusut lebih lanjut, ternyata perangkat IRS sudah mengalami kerusakan selama 3 bulan terakhir. Perangkat tersebut tidak dibetulkan, hanya dibersihkan saja komponennya lalu dipasang kembali. Selain itu, pilot tidak memperoleh training yang cukup dari Adam Air. Hal inilah yang menyebabkan pilot kurang mengerti sistem pesawat yang dipakai.
Jadi, pesawat Adam Air 574 mengalami kecelakaan karena kerusakaan komponen dan kelalaian pilot. Namun, kita tidak dapat melemparkan kesalahan sepenuhnya pada pilot dan co-pilotnya. Mereka kurang mendapat training yang memadai sehingga tidak sepenuhnya mengerti sistem di pesawatnya. 
Read more »»  

musibah air france flight 447

Air France bernomor penerbangan 447 sedang melakukan perjalanan malam dari Rio de Janiero ke Paris pada 31 Mei 2009 ketika dilaporkan hilang kontak. Belakangan diketahui pesawat itu jatuh ke Samudra Atlantik pada pagi hari, 1 Juni 2009. Air France Jatuh, Pilot Mojok Dari rekaman kotak hitam yang berhasil diurai, di saat-saat kacau sesaat sebelum jatuh, ternyata pilot tak berada di tempat. Ia baru datang setelah dua kopilot memanggilnya dengan panik, beberapa menit kemudian. Meskipun tidak pernah mengungkapkan apa yang membuat Kapten Marc Dubois lambat menanggapi untuk segera masuk ke kokpit, dua sumber independen mengatakan kepada ABC News bahwa pilot berusia 58 tahun ini sedang berdua dengan pramugari yang tengah cuti dan ikut dalam penerbangan itu, Veraonique Gaignard. Namun Jean-Paul Troadec, Direktur BEA, otoritas Prancis yang melakukan penyelidikan atas kecelakaan penerbangan 447, mengatakan kepada ABC News bahwa Gaignard bukan bagian dari penyelidikan mereka. Menurut dia, lembaga itu “tidak tertarik meneliti kehidupan pribadi dari pilot”. Troadec menambahkan, dia tidak berpikir ada kaitan antara dugaan Dubois berduaan dengan Gaignard dengan jatuhnya pesawat itu. Kotak hitam ditemukan dari reruntuhan dua tahun kemudian pada bulan April 2011. Di dalamnya terungkap Kapten Dubois meninggalkan kokpit untuk tidur siang dari penerbangan yang dijadwalkan memakan waktu empat jam itu. Pada saat ia meninggalkan kokpit itulah pesawat memasuki badai parah yang selalu dihindari penerbangan lain. Setelah dalam badai, pitot tube pesawat–bagian penting dari peralatan yang memberi tahu pilot tentang kecepatan pesawat–rusak, kemungkinan karena kristal es terbentuk di atasnya, menurut pejabat BEA yang memeriksa reruntuhan. Konsekuensinya, sistem autopilot Airbus A 330 menggeser kontrol kembali ke pilot. Menurut rekaman, Perwira Pertama Cedric Bonin, seorang pilot 32 tahun yang memiliki kurang dari 5.000 jam terbang, mengambil alih kemudi. Namun sejatinya ia tidak pernah dalam situasi ini sebelumnya di ketinggian. Bonin membuat kesalahan fatal dengan membuat hidung pesawat menghadap ke atas, menyebabkan pesawat dalam kondisi yang disebut deep stall. Dalam hitungan detik, pesawat itu jatuh dengan bagian ekor dan badan terlebih dulu. “Tampaknya pilot tidak memahami situasi dan mereka tidak menyadari bahwa pesawat telah terhenti,” kata Troadec. Dalam rekaman ditunjukkan kopilot bertanya di mana kapten dan menyerukan bantuan beberapa kali sebelum Dubois kembali ke kokpit. “Apa yang terjadi?” Dubois terdengar mengatakan pada rekaman kotak hitam. “Saya tidak tahu apa yang terjadi,” salah satu kopilot menjawab. “Saya memiliki masalah … beberapa layar display mati,” kata Dubois. “Apakah kita akan turun sekarang?” tanya Bonin cemas, sesaat sebelum pesawat jatuh. Semua penumpang dan awak pesawat Air France berjumlah 228 tewas dalam musibah itu.
Read more »»  

Kamis, 22 November 2012

10 kecelakaaan pesawat terparah di dunia

2 Agustus 1985. Sebuah Air Lines 747 Jepang jatuh dekat Mt. Fuji setelah lepas landas dari Tokyo pada penerbangan domestik menewaskan 520 penumpangnya. sebelumnya pesawat ini telah diperbaiki sekat belakang pesawat akibat kecelakaan tujuh tahun lalu, kecelakan ini disebabkan bagian ekor pesawat jet lepas dan membuat pesawat tak terkendali. Seorang pengawas pemeliharaan JAL kemudian melakukan bunuh diri, sementara presiden maskapai mengundurkan diri, dan menerima penuh tanggung jawab formal untuk kecelakaan tsb dan mengunjungi keluarga korban untuk menawarkan

  November 12, 1996. Sebuah Ilyushin IL-76 pesawat kargo dari Kazakhstan bertabrakan di udara dengan Saudia 747 dekat Delhi. semua 349 penumpang kedua pesawat tewas. dikemungkinan pilot pesawat Kazakh telah melanggar instruksi, jg disebabkan pesawat tidak dilengkapi dengan teknologi penghindar tabrakan.



  3 Maret 1974. Dalam salah satu yang paling terkenal dan mengerikan yang pernah crash, sebuah THY (Turkish Airlines) DC-10 jatuh dekat bandara Orly menewaskan 346 penumpang dan awak. rancangan pintu kargo yg buruk membuat pintu lepas dari penguncinya, dan selanjutnya menyebabkan tekanan airpresure pada kabin dan gangguan dari kabel rudders dan elevators. pesawat hilang kendali kemudian terhempas ke hutan timur laut Paris. pembuat DC-10 McDonnell Douglas, harus melihat dengan lebih teliti yang kemudian dipaksa untuk merancang ulang sistem pintu kargo.

  23 Juni 1985. Sebuah bom yang dipasang oleh ekstremis Sikh meledakan 747 Air India dengan rute penerbangan Toronto dan Bombay (dengan transit di Montreal dan London). Pesawat jatuh di laut timur Irlandia menewaskan 329 penumpang. Penyelidik dari Kanada menyatakan kekurangan prosedur pemeriksaan dalam bagasi, pemeriksaan peralatan, dan pelatihan karyawan. Bom kedua, yang dimaksudkan untuk meledakkan 747 Air India yang lain pada hari yang sama, meledak sebelum waktunya di sebuah fasilitas bagasi di Tokyo sebelum dimuat di atas pesawat.



  19 Agustus 1980. Sebuah L-1011 Saudi airline yg menuju Karachi kembali ke Riyadh, Arab Saudi, menyusul dalam penerbangan terjadi kebakaran di badan pesawat sesaat setelah pesawat mulai berangkat. Untuk alasan-alasannya tidak pernah dimengerti oleh siapapun, para kru mengambil waktu setelah touchdown yang aman dan keluar ke ujung landasan pacu sebelum akhirnya berhenti. Tidak ada evakuasi sebelumnya, dan pesawat kemudian berhenti dengan mesin masih menyala selama lebih dari tiga menit. Sebelum pintu-pintu dapat dibuka oleh petugas penyelamat di Riyadh, semua penumpang berjumlah 301 penumpang tewas dilalap api.

3 Juli 1988. Airbus A300 yang dioperasikan oleh Iran Air tertembak jatuh di atas Selat Hormuz oleh kapal perusak Angkatan Laut AS Vincennes. Awak Angkatan Laut AS Vincennes sedang melakukan latihan gunbattle, kesalahan A300 dengan pesawat militer yang bermusuhan dan menghancurkan pesawat A300 dengan menembakkan rudal keudara. Tak satu pun dari 290 penumpang selamat.



  25 Mei 1979. pesawat American Airlines DC-10 lift dari landasan di bandara O'Hare Chicago, mesin pesawat lepas dan menyebabkan kerusakan serius pada sayap pesawat. ketika itu para pilot tidak mengetahui situasi tersebut, pesawat sudah miring 90 derajat dan hancur kedalam bola api besar sekitar satu mil di luar landasan. Dengan 273 korban jiwa, ini tetap yang terburuk yang pernah jatuh di wilayah AS. Kedua design rangka mesin dan pemeliharaan prosedur penerbangan disalahkan oleh penyidik NTSB, dan semua DC-10s itu sementara di grounded.

21 Desember 1988. Dua agen Libya yang menanam sebuah bom di atas kapal Pan American penerbangan 103, yang meledak di langit malam di atas Lockerbie Skotlandia dan menewaskan 270 orang, termasuk 11orang di darat. kedua agen tersebut harus bertanggung jawab dan dikenakan sanksi hukum.

  September 1, 1983. Korean Air Lines penerbangan KL007, sebuah 747 membawa 269 penumpang dan awak dari New York ke Seoul ditembak jatuh oleh sebuah pesawat tempur Uni Soviet dikarenakan masuk ke wilayah udara Soviet tanpa ijin dekat Pulau Sakhalin di Pasifik Utara . International Civil Aviation Organization (ICAO) kemudian medevisi tingkat A untuk kewaspadaan dan kurangnya perhatian pada awak pesawat."

  1 Januari 2007. Pesawat Adam Air Boeing 737-400 PK-KKW KI 574 jurusan Surabaya-Manado dikabarkan hilang tak terpantau radar dan kemudian jatuh ke laut di pantai barat Sulawesi dengan korban jiwa 102 penumpang hingga saat ini belum ditemukan. kecelakaan ini disebabkan cuaca buruk, kerusakan pada alat bantu navigasi Inertial Reference System (IRS), dan kegagalan kinerja pilot dalam menghadapi situasi darurat. Tanggapan dari para ahli dan pemerhati penerbangan bermunculan menyanggah kemungkinan bahwa pilot dan kopilot melakukan tindakan yg tidak sesuai prosedur yaitu memusatkan perhatian memperbaiki instrument alat navigasi. Selain itu ada kemungkinan sebab lain yang dikenal sebagai Rudder Hard Over.



Pesawat Adam Air sekarang hanya jadi legenda kecelakaan pesawat terburuk di indonesia.



  garuda Indonesia pada 26/09/1997



  Japan Airlines Flight 123 JAL dengan nomer penerbangan 123 adalah penerbangan domestik dari tokyo menuju osaka dengan menggunakan 747-SR46. Penerbangan domestik menggunakan 747 adalah hal yang tak biasa. JAL123 jatuh pada tanggal 12 agustus 1985, merenggut 520 nyawa dan hanya

14 yang selamat. pesawat kehilangan stabilizernya karena mengalami dekompresi pada bagian belakangny,sehingga menyebabkan terhempasnya stabilizer dari tempatnya, cairan hidrolik yang berfungsi menggerakan pesawat juga keluar dari tempat retakan sehingga pesawat sudah tidak bisa dikendalikan sama sekali,dan akhirnya pesawat menabrak gunung dengan posisi terbalik
kecelakaan disebabkan karena kurang baiknya perawatan pesawat. Pada tahun 1978, JAL123 mengalami insiden tailstrike atau pada saat Takeoff/landing,ekor pesawat mengenai landasan. JAL tidak melakukan perbaikan sesuai prosedur yang dianjurkan boeing yang akhirnya menyebabkan dekompresi

Read more »»  

kesalahan atc di tenerife

Musibah Tenerife terjadi pada tanggal 27 Maret 1977 pukul 17:06 waktu setempat (juga GMT), ketika dua Boeing 747 bertabrakan di Bandar Udara Internasional Los Rodeos di Tenerife, Kepulauan Canary, menewaskan 583 orang. Kecelakaan ini masih merupakan peringkat tertinggi kehilangan nyawa manusia dalam sejarah penerbangan.
Pesawat yang terlibat yaitu Pan Am Penerbangan 1736, dinamai Clipper Victor, di bawah kendali Kapten Victor Grubbs, dan KLM Penerbangan 4805, dinamai Rijn (Sungai Rhine), di bawah kendali Kapten Jacob Veldhuyzen van Zanten. KLM 4805, melakukan take off di satu-satunya landasan di bandara tersebut, menabrak Pan Am yang sedang berjalan menuju landasan yang sama.
Sebelumnya kedua pesawat tersebut dialihkan menuju Bandara Los Rodeos di Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol menyusul terjadinya ledakan bom di sebuah toko bunga di bandara tujuan semula di Las Palmas, yang disusul dengan ancaman bom kedua. Kedua pesawat bertabrakan ketika akan meninggalkan Tenerife kembali ke Las Palmas dan KLM 4805 melakukan take off tanpa izin dari Air Traffic Controller (ATC) disaat Pan Am 1736 sedang menyeberangi landasan yang sama untuk bersiap berangkat. Pilot KLM sempat mencoba memaksa pesawatnya take off namun baru mencapai 100 kaki pesawatnya menabrak PanAm. Jumlah korban tewas dari pesawat KLM adalah semua 234 penumpang dan 14 awaknya, sedangkan dari pesawat PanAm 9 dari 16 awak tewas dan 265 dari 317 penumpang tewas.
Bandar Udara Los Rodeos (kode TCI, sekarang TFN) berada di sebelah utara Tenerife dan kebanyakan digunakan untuk penerbangan antara Kepulauan Canary dan sekitarnya serta ke daratan Spanyol.
Investigasi menunjukkan bahwa, selain usaha lepas landas pesawat KLM tanpa izin ATC, kecelakaan tersebut disebabkan oleh kebingungan pilot kedua pesawat oleh instruksi ATC, yaitu masalah bahasa, di mana logat Spanyol kental ATC membingungkan pilot, serta pilot KLM juga tidak menggunakan bahasa standar penerbangan dalam komunikasi dengan ATC (bersifat ambigu, sehingga membingungkan ATC). Selain itu, peralatan komunikasi serta peralatan darat lain juga tidak memadai untuk mengawasi pergerakan pesawat. Kondisi ini diperparah oleh kabut tebal yang melanda daerah itu pada hari kecelakaan tersebut.
Read more »»